Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Salah Satu SD Keerom

PRAKTIK BAIK PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SD INPRES 2 ARSO 1
KABUPATEN KEEROM PROVINSI PAPUA

Suasana riang gembira peserta didik pada waktu kami memasuki gerbang SD Inpres 2 Arso 1 kabupaten Keerom provinsi Papua. Sekolah tersebut terletak di daerah transmigrasi yang berjarak sekitar 60 km dari ibu kota provinsi Papua dan sekitar 5 km dari ibu kota kabupaten Keerom. Kami disambut oleh peserta didik yang mulai ramai berdatangan pada jam menjelang pkl. 07.15 WIT. Peserta didik menyalami dengan santun. Guru-gurupun sama, menyambut hangat penuh kekeluargaan kedatangan kami pagi ini.
Ketika memasuki wilayah SD Inpres 2 Arso 1, kami melihat peserta didik riang gembira, ada yang bermain kelereng di sudut lapangan dengan riang dan lincahnya. Ada beberapa lainnya juga yang nampak bermain sepak bola di tengah lapangan sekolah. Semua peserta didik yang kami temuipun menunjukkan ekspresi yang sama dengan tersenyum dan spontan menyalami dengan cara yang sama.


Setelah berbincang-bincang mengenai mengapa mereka selalu ceria dan selalu menjaga kerukunan antar orang pendatang dan penduduk asli Papua,  ternyata, seluruh warga sekolah mulai guru, peserta didik dan  tenaga pendidik di sekolah tersebut sudah berkomitmen menjaga keebersamaan. Hal tersebut yang dilakukan kepala sekolah dan warganya bahwa hidup bersama jauh lebih baik dari pada bermusuhan. Terobosan pertama adalah menyadarkan semua warga sekolah bahwa kita adalah satu, perbedaan adalah anugerah dari Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Dalam hal peningkatan sikap religius, seluruh peserta didik yang beragama Islam belajar Al-Quran bersama-sama, begitu juga yang beragama Katolik belajar membaca kitab bersama-sama. Mereka hidup berdampingan di sekolah dengan mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada.

Pembiasaan tersebut terus dipupuk dan dilakukan sampai sekarang karena efek toleransi tersebut melatih peserta didik untuk hidup saling menghargai dan selalu berjiwa besar. Mereka terbiasa dengan perbedaan yang ada, bahkan menjalankan ajaran agama mereka hidup saling menghargai dan menghormati atas perbedaan tersebut.

Sekolah ini memiliki 6 rombel dan jumlah murid 105 orang yang dibimbing oleh 8 orang tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 6 guru kelas dan 1 orang guru olahraga.  Mereka hidup riang gembira, meski mereka hidup sederhana di tengah-tengah keterbatasan yang ada. Mereka bisa saling  menjaga dan saling mengeratkan persaudaraan. Mereka selalu ceria diatas perbedaan yang ada.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAKTIK BAIK DI SD NEGERI 252 NIKKEL